PASAR TRADITIONAL

PASAR TRADITIONAL

Pasar memegang peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Indonesia, selain sebagai muara dari produk-produk rakyat, pasar juga berfungsi sebagai tempat untuk bekerja yang sangat berarti bagi masyarakat. Sejak zaman penjajahan kegiatan pasar beserta para pedagangnya berkembang secara alamiah. Pasar adalah tempat dimana terjadi interaksi antara penjual dan pembeli, Pasar didalamnya terdapat tiga unsur, yaitu: penjual, pembeli dan barang atau jasa yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan, pertemuan antara penjual dan pembeli menimbulkan transaksi jual-beli (Majid, 1988).

Saat ini pasar dikenal dengan adanya pasar tradisional dan pasar modern. Keberadaan pasar tradisional sangat besar manfaatnya bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai tempat pemenuhan kebutuhan sehari – hari dan kebutuhan berkala atau kebutuhan sandang dan pangan juga sebagai sarana penunjang kemajuan perekonomian Negara.

 Di pasar tradisional terdapat banyak jenis komoditas yang diperjual-belikan biasanya adalah barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti sayuran, sembako, pakaian, dan barang kebutuhan sehari-hari lainya. Ditengah pembangunan bangsa Indonesia, peran pasar tradisional yang semestinya bisa menjadi pilar pembangunan ekonomi kerakyatan, justru terabaikan dan tidak jarang manajemennya salah urus. Kementerian Perdagangan menilai bahwa pengelolaan pasar tradisional masih bermasalahan sehingga memberikan persepsi negatif kepada masyarakat, persoalan utama adalah pengelolaan yang bermasalah sehingga pasar tradisonal tidak berjalan optimal, contoh dari pengelolaan pasar yang bermasalah adalah pasar yang memiliki dana pemeliharaan pasar yang minim, gang pasar sempit dan sesak serta jalan di depan pasar yang macet dan dipenuhi pedagang.

Namun sekarang seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, pasar pun mulai berevolusi menjadi modern juga. Akan tetapi meski nama nya sudah menjadi ‘pasar modern’ ke traditional-an manusia nya masih mendarah daging, yang membedakan antara pasar traditional dengan modern hanya nama, harga nya lebih mahal dibandingkan dengan pasar yg ada di pinggir jalan seperti pasar minggu. Walau sudah beratap dan beralaskan ubin di pasar tersebut, orang-orang nya tetap tidak bisa memelihara kebersihan.


Pasar tradisional dalam konteks ini bisa menjadi katup pengaman sosial ekonomi masyarakat sekaligus pilar kekuatan ekonomi yang lebih bersifat informal. Oleh karena itu, bila ingin melihat dan merasakan ekonomi Indonesia yang stabil, maju, kuat dan tahan goncangan, tidak hanya sibuk mengurusi ‘pasar-pasar modern dan sophisticated’. Tetapi fokuskan pada pasar-pasar tradisional di sekitar kita. Lakukan penataan yang baik, lingkungannya menjadi semakin bersih, transaksi pun semakin aman dan nyaman dalam suasana kekeluargaan.
Bila ingin merasakan urat nadi sejati ekonomi Indonesia, coba lah datangi dan atau berbelanja di pasar tradisional sekitar kita tinggal. Amati apa yang terjadi di sana, bagaimana suasananya, riuh rendahnya, ibu-ibu rumah tangga yang berbelanja baik sendirian maupun dengan keluarga, rasakan denyutnya dan setiap tarikan napasnya; kita akan temukan itulah hakekat pasar sebagai tempat bersilaturahmi antar umat manusia, mempertukarkan sumber daya, menguatkan ekonomi dan kohesifitas sosial hingga keintiman keluarga

Sebaiknya pemilik ritel pasar traditional maupun modern memperbaiki kinerja nya, baik dari segi product, price, dan place. Kebersihan juga turut menentukan kualitas produk di pasar tersebut. Keamanan lokasi juga harus dijaga, jadi orang-orang yg akan belanja disana akan merasa aman dan pasti akan kembali lagi ke pasar tersebut.

Komentar