REVIEW EDITORIAL
PERILAKU KONSUMEN
DISUSUN OLEH :
Saara Kansa R. 18213171
3EA24
PTA 2014 / 2015
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Tujuan pemasaran adalah memenuhi dan
melayani kebutuhan dan keinginan konsumen sasaran. Pasar konsumen dan perilaku
pembelian konsumen harus dipahami sebelum rencana pemasaran yang nyata dapat
dikembangkan. Pasar konsumen membeli barang & jasa untuk konsumsi pribadi,
dan ini adalah pasar yang paling akhir dimana kegiatan perekonomian diatur.
Istilah pasar banyak diartikan
secara beda sesuai dengan sudut pandang penglihatan. Disini, kebutuhan dan
keinginan konsumen mengawali kehadiran produk yang dapat memenuhinya. Hal
tersebut, terungkap melalui jembatan penyebrangan motivasi dan kemampuan membeli
yang dimiliki konsumen. Akan tetapi, tidak diingkari kondisinya bervariasi yang
tercengkram perubahan. Kegenerikan produk, jenis produk, tingkatan produk, dan
persaingan merek memberikan pertolongan kita untuk menentukan pasar. Pasar yang
ditentukan dengan cara demikian, tergores garis batas jelas tujuan, keberadaan
alternatif, serta daya lenting terhadap aksi dobrakan perubahan[1].
Pelanggan mungkin menyatakan kebutuhan dan keinginan mereka
namun bertindak sebaliknya. Pelanggan mungkin tidak memahami motivasi mereka
yang lebih dalam. Pelanggan mungkin menanggapi pengaruh yang mengubah pikiran
mereka pada menit – menit terakhir perusahaan prosuk, tetap mendapat laba dari
memahami bagaimana dan mengapa pelanggan memebeli. Tidak adanya pemahaman
terhadap motivasi kebutuhan dan kesukaan/prefensi pelanggan anda jelas bisa
merusak pada tahap selanjutnya. Mempelajari konsumen akan memberikan petunjuk
bagi pengembanagan produk baru, keistimewaan produk, harga, saluran pemasaran,
pesan iklan dan elemen baru pemasaran lainnya.
1.2
RUMUSAN
MASALAH
Adapun
rumusan masalah yang diangkat oleh penulis disini adalah sebagai berikut.
1. Apakah
pasar konsumen itu?
2. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi pasar
konsumen?
1.3
TUJUAN
Adapun
tujuan penulisan dari makalah ini adalah
sebagai berikut.
1. Mengetahui pengertian dari
pasar konsumen;
2. Mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi pasar konsumen;
1.4
MANFAAT
Adapun
manfaat penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut.
1. Memperluas
wawasan masyarakat tentang seluk beluk
pasar konsumen dan pasar bisnis;
2. Mengajak
masyarakat agar mengerti dan tidak
simpang siur akan perbedaan pasar konsumen dan pasar bisnis;
3. Memberikan
gambaran konsep tentang pasar konsumen dan pasar bisnis guna
sebagai acuan referensi.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PASAR KONSUMEN
Dalam
menajemen pemasaran diungkapkan sangat penting bagi seorang pemasaran agar
dapat mengerti perilaku dan tindakan konsumen, yang salah satu pendekatannya
adalah dengan mengadakan analisis terhadap pasar konsumen tersebut.
Pasar konsumen
adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsikan, bukan
untuk dujual atau diproses lebih lanjut. Yang termasuk kelompok ini adalah
pembeli individual/pembeli rumah tangga (non bisnis)[2].
2.2 FAKTOR
yang MEMPENGARUHI PASAR KONSUMEN
Perilaku
pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi dan
psikologis[3].
Diantara faktor-faktor tersebut, yang mempunyai pengaruh paling luas adalah
faktor budaya.
2.2.1 Faktor
Budaya
Budaya,
sub-budaya dan kelas sosial mempunyai peranan yang sangat penting bagi perilaku
pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling dasar.
Anak-anak yang sedang bertumbuh mendapatkan seperangkat persepsi, nilai,
preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lain.
Contohnya anak-anak yang dibesarkan di Amerika Serikat sangat terpengaruh oleh
nilai-nilai prestasi, keberhasilan, aktivitas, efisiensi, kepraktisan,
kemajuan, individualisme, kebebasan, humanisme dan sebagainya.
Dalam
budaya, terdapat sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosial
khusus bagi opera anggotanya. Sub-ubdaya ini mencakup beberapa hal diantaranya
agama, kebangsaan, kelompok ras, dan wilayah geografis. Ketika subkultur
menjadi besar dan makmur, berbagai perusahaan sering merancang program
pemasaran secara khusus untuk melayani mereka. Pemasaran lintans budaya muncul
dari berbagai riset pemasaran yang cermat, yang menyingkapkan bahwa relung
etnis dan demografik yang berbeda tidak selalu menanggapi dengan baik iklan
pasar-massal.
Perusahaan
telah membiayai strategi pemasaran multicultural yang sudah dipertimbangkan
matang-matang dalam beberapa tahun-tahun terakhir. Sebagai contoh, banyak bank
dan perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada orang Amerika keturunan Spanyol
karena walaupun tingkat pendapatan mereka naik, 40 juta orang Amerika Hispanik
yang tinggal di Amerikan belum menjadi konsumen besar jasa keuangan.
Pada
dasarnya, semua manusia memiliki stratifikasi sosial atau yang lebih dikenal
dengan bentuk kelas sosial, pembagian masyarakat uang relatif homogen dan
permanen, yang tersusun secara hirarkis yang para anggotanya menganut nilai,
minat adan perilaku serupa. Gambaran tentang kelas sosial di Amerika Serikat
mendefinisikan tujuh tingkatan yang menanjak yakni kelas-bawah bawah,
kelas-bawah atas, kelas pekerja, kelas menengah, kelas menengah atas,
kelas-atas bawah, kelas-kelas atas.
1)
Orang-orang di dalam kelas sosial
yang sama cenderung berperilaku lebih seragam daripada orang-orang dari dua
kelas sosial yang berbeda;
2)
Orang merasa dirinya menemati posisi
yang inferior atau superior di kelas sosial mereka.
3)
Kelas sosial ditandai oleh
sekumpulan variabel seperti penghasilan, pekerjaan dan sebagainya.
4)
Individu dapat pindah dari satu
tangga ke tangga lain pada kelas sosialnya selama masa hidup mereka.
Besarnya
mobilitas itu berbeda-beda, tergantung pada seberapa kaku stratifikasi sosial
dalam masyarakat tertentu.
2.2.2 Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi
oleh beberapa faktor sosial diantaranya kelompok
acuan, keluarga, serta peran dan status sosial.
a)
Kelompok acuan
Kelompok acuan seseorang terdiri
dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung
terhadap sikap orang tersebut yang dinamakan dengan kelompok keanggotaan.
Beberapa kelompok keanggotaan merupakan anggota primer seperti keluarga, teman
dan sebagainya. Orang juga menjadi anggota kelompok sekunder seperti keagamaan,
profesi dan sebagainya yang cenderung lebih formal dan membutuhkan interaksi
yang tidak begitu rutin. Orang sangat dipengaruhi oleh kelompok acuan mereka.
Perusahaan manufaktur yang produk dan mereknya sangat dipengaruhi oleh keompok
acuan harus menentukan cara menjangkau para pemimpin opini di kelompok acuan
itu. Salah satu caranya dengan menjangkau pemimipin opini. Para pemasar
berusaha menjangkau mereka dengan mengidentifikasi cirri-ciri demografis media
yang dibaca oleh pemimipin opini dan mengarahkan pesan iklan kepada pemimpin
opini.
b) Keluarga
Keluarga merupakan organisasi
pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota
keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Kehidupan
pembeli terdiri dari dua keluarga. Keluarga orientasi dan keluarga prokreasi.
Keluarga orientasi terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang.
Keluarga prokreasi adalah pasangan dan anak seseorang. Para pemasar tertarik
pada peran dan pengaruh relatif suami, istri dan anak-anak pada pembelian
beragam produk dan jasa.
ü Peran dan
status
Hal menentukan kedudukan orang.
Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang dan masing-masing
peran menghasilkan status. Seorang wakil dirut pemasaran memiliki status yang
lebih tinggi daripada manajer penjualan dan manajer penjualan memiliki status
yang lebih tinggi daripada pegawai kantor. Orang-orang memilih produk yang
dapat mengkomunikasikan peran dan status mereka di masyarakat.
2.2.3 Faktor
Pribadi
Faktor pribadi meliputi usia dan
tahap dalam siklus hidup, pekerjaan dan lingkungan ekonomi, kepribadian dan
konsep diri, gaya hidup dan nilai. Hal ini penting bagi para pemasar karena
memiliki dampak sangat langsung pada perilaku konsumen
ü Usia dan
tahap siklus hidup
Konsumsi dibentuk oleh siklus hidup karena orang
membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang hidupnya. Oleh karena itu,
para pemasar harus memberi perhatian yang besar pada hal tersebut.
ü
Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
Pekerjaan sangat mempengaruhi pola konsumsi seseorang. Para pemasar
berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang memiliki minat di atas
rata-rata terhadap produk dan jasa mereka. Selain itu, pilihan produk sangat
dipengaruhi oleh keadaan ekonomi seseorang. Para pemasar barang yang peka
terhadap harga terus-menerus memerhatikan kecenderungan penghasilan pribadi, tabungan,
dan tingkat suku bunga.
ü
Kepribadian dan konsep diri
Masing-masing
orang sangat berbeda yang memengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian adalah
cara bawaan psikologis manusia yang khas yang menghasilkan tanggapan yang
relatif konsisten terhadap rangsangan lingkungannya. Kepribadian dapat menjadi
variabel yang sangat berguna dalam menganalisis pilihan merek konsumen.
Gagasannya adalah bahwa merek juga mempunyai kepribadian dan konsumen mungkin
memilih merek yang kepribadiannya cocok dengan kepribadian dirinya.
ü Gaya hidup
dan nilai
Setiap orang
sangat berbeda dalam hal gaya hidup dan nilai yang dianutnya. Gaya hidup adalah
pola seseorang di dunia yang terungkap pada aktivitas, minat dan opininya. Para
pemasar berusaha mencari hubungan antara produk merekan dan kelompok gaya
hidup. Dengan demikian, para pemasar dapat lebih jelas mengarahkan mereknya ke
gaya hidup seseorang dan para pemasar selalu menyingkapkan tren baru dalam gaya
hidup konsumen. Gaya hidup sebagian dibentuk oleh apakah konsumen itu dibatasi
oleh uang dan waktu. Perusahaan bertujuan untuk melayani konsumen yang dibatasi
uang akan menciptakan produk dan jasa berbiaya rendah. Keputusan konsumen juga
dipengaruhi oleh nilai inti, yaitu sisrem kepercayaan yang melandasi sikap atau
perilaku konsumen.
BAB 3
PENUTUP
3.1
SIMPULAN
Pasar
Konsumen adalah pasar
yang dimana pembelinya adalah individual yang membeli produk untuk digunakan
atau disewakan. Konsumen adalah pengambil keputusan konstrutif dan terpapar
banyak pengaruh kontekstual. Konsumen sering mengalami keterlibatan rendah
dalam keputusan mereka, menggunakan banyak heuristik sebagai akibatnya.Titik
untuk memahami perilaku adalah model rangsangan dan tanggapan. Karakteristik
pembeli dan proses pengambilan keputusan menimbulkan keputusan pembeli
tertentu. Tugas pemasaran adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran
pembeli dari adanya rangsangan dari luar hingga munculnya keputusan pembelian
pembeli.
[1] http://saskiabosa.blogspot.com/2013/09/analisis-pasar-konsumen-dan-perilaku.html [diakses
pada 10 oktober 2015]
[3] Kotler, Philip dan Kevin
Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Jilid
1. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga, hal.170
https://www.academia.edu/6760810/MANAJEMEN_PEMASARAN_-_MENGANALISIS_PASAR_KONSUMEN_dan_PASAR_BISNIS
Komentar
Posting Komentar