CSR dalam Bisnis Ekonomi


TANGGUNG JAWAB SOCIAL DALAM BISNIS


Saara Kansa R
4EA24
18213171

Etika bisnis merupakan merupakan suatu kode etik perusahaan dalam melakukan aneka ragam kegiatan bisnis, mulai dari perusahaan, industri, masyarakat , dan individu itu sendiri. Etika bisnis ini sangat penting dalam suatu perusahaan, Karena untuk membentuk perusahaan yang memiliki kekukuhan yang kuat dan dapat menciptakan nilai yang tinggi.
Dalam etika bisnis pasti suatu perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap semua hal yang terkait dengan perusahaan yang bersangkutan. Tanggung jawab sosial itu sendiri merupakan suatu kewajiban perusahaan dalam berbisnis di luar aturan yang ditentukan hukum dengan tujuan untuk mendapatkan sasaran dalam jangka panjang dan baik untuk masyarakat, atau biasa dikenal dengan CSR (Corporate Social Responsibility)
Corporate Social Responsibility atau sering disingkat dengan CSR merupakan istilah yang berasal dari bahasa inggris yang terdiri dari tiga kata yaitu Corporate yang berarti perusahaan besar, Social yang berarti masyarakat dan Responsibility yang berarti pertanggung jawaban. Sehingga CSR berarti sebuah pertanggung jawaban perusahaan besar terhadap masyarakat sekitar perusahaan beroperasi.
Konsep Corporate Social Responsibility (CSR)
- Menurut Bertens. K (2004:133) Tanggung Jawab (Responsibility) berarti  suatu  keharusan seseorang  sebagai  makhluk  rasional  dan  bebas untuk tidak mengelak serta memberikan penjelasan mengenai perbuatannya, secara retrospektif dan prospektif. 

- Sementara itu, Kast (2003:212) mendefinisikan Tanggung jawab sosial (Social Responsibility) sebagai bentuk keterlibatan dari organisasi dalam upaya mengatasi kelaparan dan kemiskinan, mengurangi  pengangguran dan tunjangan untuk pendidikan dan kesenian. Hal ini didasari pemikiran bahwa semua organisasi adalah sistem yang bergantung pada lingkungannya dan karena ketergantungan itulah maka suatu organisasi perlu memperhatikan pandangan dan harapan masyarakat.



Dikutip oleh Rudito (2004:42) menyatakan tujuan dan sasaran dari program CSR secara umum terutama dalam hal pengembangan masyarakat yaitu:
    1. Tujuan
a. Mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah terutama pada tingkat desa dan masyarakat untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi, budaya yang lebih baik di sekitar wilayah kegiatan perusahaan.
b. Memberikan kesempatan bekerja dan berusaha bagi masyarakat.
c. Membantu pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi wilayah.

    2. Sasaran
a. Pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat dan pihak-pihak terkait yang berada disekitar wilayah perusahaan.
b. Pengembangan dan peningkatan sarana atau fasilitas umum didasarkan pada skala prioritas dan potensi wilayah tersebut.
c. Mendorong dan mengembangkan potensi-potensi kewirausahaan yang didasarkan pada sumber daya lokal.
d. Pengembangan kelembagaan lokal disekitar wilayah operasi perusahaan.

Dalam hal pendanaan kegiatan community development yang merupakan bagian dari CSR, Budimanta didalam Rudito (2004:52) menjelaskan beberapa hal yaitu:
    1. Sumber Pendanaan
Setiap usaha pertambangan biasanya mempunyai kebijakan sendiri-sendiri mengenai pendanaan community development. Ada dengan cara menyisihkan dari sebagian laba tahunan, dibebankan pada biaya operasi dan lain sebagainya.

    2. Distribusi Pendanaan
Pendistribusian dana sekurang-kurangnya ditentukan berdasarkan kriteria dan indikator sebagai berikut:
a. Luas wilayah operasi perusahaan yang ada di wilayah administrasi tersebut. 
b. Produksi yang dihasilkan dari wilayah administrasi yang bersangkutaan. 
c. Kebijakan pembangunan dari pemerintah daerah.

 Sementara itu, seperti yang diungkapkan Susiloadi (2008:129) terdapat beberapa kendala atau hambatan yang kerap dihadapi dalam pelaksanaan CSR yaitu:
1. Gangguan keamanan.
2. Kurangnya kreativitas dan inovasi.
3. Timbulnya ketergantungan masyarakat.
4. Kemungkinan korupsi.
5. Peraturan yang membingungkan.
6. Pemerintah masih belum memberikan situasi yang kondusif bagi perusahaan dalam menjalankan program CSR.

Contoh perusahaan yang melakukan CSR
Program “1L Aqua untuk 10L Air Bersih”
            Binahidra Logiardi, Sustainable Development & Social Responsibility, DANONE AQUA, menjelaskan ” Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kita semua, namun tidak semua orang bisa mengakses air bersih dalam kehidupannya sehari-hari. Banyak daerah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, yang mengalami kesulitan untuk memperoleh air dikarenakan topografi daerah tersebut membutuhkan sistem infrastruktur pasokan air bersih untuk memungkinkan masyarakat sekitar agar dapat mengakses air bersih tersebut. Selain akses air bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pra sejahtera juga merupakan hal penting, kesemuanya ini saling terkait. Air merupakan kehidupan, sanitasi merupakan martabat, keduanya mendukung tercapainya kesehatan lingkungan yang berkesinambungan yang pada akhirnya juga akan memberi kontribusi pada tercapainya pengembangan kesejahteraan masyarakat dunia”.

Binahidra menambahkan, AQUA memiliki program CSR yang disebut WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bagi masyarakat pra-sejahtera. Melalui program WASH, AQUA berkontribusi secara aktif dan berkelanjutan untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyediaan air bersih di Indonesia”. Salah satu program WASH adalah program Satu untuk Sepuluh ini. Program Satu untuk Sepuluh sejalan dan mendukung program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia dengan target di tahun 2015.
            Sesuai dengan kriteria penulisan tugas yang telah ditentukan, penulis akan menganalisis program Aqua “1L Aqua untuk 10L Air Bersih” ini berdasarkan unsur-unsur sebagai berikut:

· Spesifik
Kegiatan ini terspesifikasi dengan jelas, dimana Aqua mengupayakan program pengadaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan iar bersih yaitu di Timor Tengah Selatan, NTT. Progaram ini sesuai dengan citra produk yang dihasilkan Aqua yaitu air mineral. Sudah selayaknya Aqua sebagai sebagai salah satu produk air mineral terkemuka di Indonesia melakukan program CSR yang berhubungan dengan produk yang diproduksinya, yaitu air. Mengingat air bersih merupakan salah satu komoditas utama yang sangat penting bagi masyarakat luas.

Masih banyak daerah di Indonesia yang ke­sulitan mendapat akses air bersih. Pa­dahal, air bersih merupakan faktor pen­ting untuk mewujudkan hidup sehat. Di beberapa daerah di Nusa Tenggara Ti­mur masih banyak warganya yang me­ng­alami kelangkaan air bersih. Untuk mendapatkan air bersih, tak jarang mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Alhasil, banyak anak-anak yang kehila­ng­an waktu bermain karena harus meng­am­bil air. Di salah satu desa di Timor Tengah Se­la­tan (TTS), Nusa Tenggara Timur, jarak sumber air dengan rumah penduduk sa­ngat jauh. “Dibutuhkan satu jam untuk pergi pulang membawa air dalam jerigen tiap harinya,” ujar Sustainable Develop­ment & CSR Aqua Danone Indonesia Bi­na­hidra Logiardi.

Implementasi program Satu Untuk Sepuluh di Nusa Tenggara Timur dilaksanakan oleh AQUA yang bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional, Action Contre la Faim (ACF). Selain itu, dalam rangka kelanjutan pemberdayaan kapasitas masyarakat lokal, Aqua juga bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Lokal, yaitu YASNA dan pemerintah daerah Timor Tengah Selatan NTT.

- DANONE AQUA berhasil mendapatkan penghargaan dari Metro TV dalam kategori pelestarian lingkungan (environmental sustainability) atas program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” yang merupakan bagian dari program WASH (water access, sanitation and hygiene)
Penghargaan-penghargaan tersebut jelas meningkatkan citra Aqua sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sementara dari segi financial, melalui program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini dianggap berhasil mendongkrak pendapatan bersih perusahaan sebesar 19,4% selang waktu dari tahun 2007 hingga 2008.



SUMBER


Komentar