TANGGUNG
JAWAB SOCIAL DALAM BISNIS
Etika bisnis
merupakan merupakan suatu kode etik perusahaan dalam melakukan aneka ragam
kegiatan bisnis, mulai dari perusahaan, industri, masyarakat , dan individu itu
sendiri. Etika bisnis ini sangat penting dalam suatu perusahaan, Karena untuk
membentuk perusahaan yang memiliki kekukuhan yang kuat dan dapat menciptakan
nilai yang tinggi.
Dalam etika bisnis pasti suatu
perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap semua hal yang terkait
dengan perusahaan yang bersangkutan. Tanggung jawab sosial itu sendiri
merupakan suatu kewajiban perusahaan dalam berbisnis di luar aturan yang
ditentukan hukum dengan tujuan untuk mendapatkan sasaran dalam jangka panjang
dan baik untuk masyarakat, atau biasa dikenal dengan CSR (Corporate Social
Responsibility)
Corporate Social Responsibility atau sering disingkat
dengan CSR merupakan istilah yang berasal dari bahasa inggris yang terdiri dari
tiga kata yaitu Corporate yang berarti perusahaan besar, Social yang berarti masyarakat dan Responsibility yang berarti pertanggung jawaban.
Sehingga CSR berarti sebuah pertanggung jawaban perusahaan besar terhadap
masyarakat sekitar perusahaan beroperasi.
Konsep Corporate Social Responsibility
(CSR)
- Menurut Bertens. K (2004:133) Tanggung
Jawab (Responsibility) berarti suatu keharusan seseorang
sebagai makhluk rasional dan bebas untuk tidak
mengelak serta memberikan penjelasan mengenai perbuatannya, secara retrospektif
dan prospektif.
- Sementara itu, Kast (2003:212)
mendefinisikan Tanggung jawab sosial (Social Responsibility) sebagai bentuk
keterlibatan dari organisasi dalam upaya mengatasi kelaparan dan kemiskinan,
mengurangi pengangguran dan tunjangan untuk pendidikan dan kesenian. Hal
ini didasari pemikiran bahwa semua organisasi adalah sistem yang bergantung
pada lingkungannya dan karena ketergantungan itulah maka suatu organisasi perlu
memperhatikan pandangan dan harapan masyarakat.
Dikutip oleh Rudito (2004:42) menyatakan
tujuan dan sasaran dari program CSR secara umum terutama dalam hal pengembangan
masyarakat yaitu:
1. Tujuan
a. Mendukung upaya-upaya yang dilakukan
oleh pemerintah daerah terutama pada tingkat desa dan masyarakat untuk
meningkatkan kondisi sosial, ekonomi, budaya yang lebih baik di sekitar wilayah
kegiatan perusahaan.
b. Memberikan kesempatan bekerja dan
berusaha bagi masyarakat.
c. Membantu pemerintah dalam rangka
pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi wilayah.
2. Sasaran
a. Pengembangan dan peningkatan kualitas
sumber daya manusia bagi masyarakat dan pihak-pihak terkait yang berada
disekitar wilayah perusahaan.
b. Pengembangan dan peningkatan sarana
atau fasilitas umum didasarkan pada skala prioritas dan potensi wilayah
tersebut.
c. Mendorong dan mengembangkan
potensi-potensi kewirausahaan yang didasarkan pada sumber daya lokal.
d. Pengembangan kelembagaan lokal disekitar
wilayah operasi perusahaan.
Dalam hal pendanaan kegiatan community
development yang merupakan bagian dari CSR, Budimanta didalam Rudito (2004:52)
menjelaskan beberapa hal yaitu:
1. Sumber Pendanaan
Setiap usaha pertambangan biasanya
mempunyai kebijakan sendiri-sendiri mengenai pendanaan community development.
Ada dengan cara menyisihkan dari sebagian laba tahunan, dibebankan pada biaya
operasi dan lain sebagainya.
2. Distribusi Pendanaan
Pendistribusian dana sekurang-kurangnya
ditentukan berdasarkan kriteria dan indikator sebagai berikut:
a. Luas wilayah operasi perusahaan yang
ada di wilayah administrasi tersebut.
b. Produksi yang dihasilkan dari wilayah
administrasi yang bersangkutaan.
c. Kebijakan pembangunan dari pemerintah
daerah.
Sementara itu, seperti yang
diungkapkan Susiloadi (2008:129) terdapat beberapa kendala atau hambatan yang
kerap dihadapi dalam pelaksanaan CSR yaitu:
1. Gangguan keamanan.
2. Kurangnya kreativitas dan inovasi.
3. Timbulnya ketergantungan masyarakat.
4. Kemungkinan korupsi.
5. Peraturan yang membingungkan.
6. Pemerintah masih belum memberikan
situasi yang kondusif bagi perusahaan dalam menjalankan program CSR.
Contoh perusahaan yang melakukan CSR
Program “1L Aqua untuk 10L Air Bersih”
Binahidra Logiardi, Sustainable Development & Social Responsibility,
DANONE AQUA, menjelaskan ” Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kita semua,
namun tidak semua orang bisa mengakses air bersih dalam kehidupannya
sehari-hari. Banyak daerah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia,
yang mengalami kesulitan untuk memperoleh air dikarenakan topografi daerah
tersebut membutuhkan sistem infrastruktur pasokan air bersih untuk memungkinkan
masyarakat sekitar agar dapat mengakses air bersih tersebut. Selain akses air
bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan
masyarakat pra sejahtera juga merupakan hal penting, kesemuanya ini saling
terkait. Air merupakan kehidupan, sanitasi merupakan martabat, keduanya
mendukung tercapainya kesehatan lingkungan yang berkesinambungan yang pada
akhirnya juga akan memberi kontribusi pada tercapainya pengembangan
kesejahteraan masyarakat dunia”.
Binahidra menambahkan, “AQUA
memiliki program CSR yang disebut WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene
Program) yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bagi masyarakat
pra-sejahtera. Melalui program WASH, AQUA berkontribusi secara aktif dan
berkelanjutan untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan penyediaan air bersih di Indonesia”. Salah satu program WASH adalah
program Satu untuk Sepuluh ini. Program Satu untuk Sepuluh sejalan dan
mendukung program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan
oleh PBB guna memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia
dengan target di tahun 2015.
Sesuai dengan kriteria penulisan tugas yang telah ditentukan, penulis akan
menganalisis program Aqua “1L Aqua untuk 10L Air Bersih” ini berdasarkan
unsur-unsur sebagai berikut:
· Spesifik
Kegiatan ini terspesifikasi dengan jelas, dimana Aqua
mengupayakan program pengadaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang
mengalami kesulitan iar bersih yaitu di Timor Tengah Selatan, NTT. Progaram ini
sesuai dengan citra produk yang dihasilkan Aqua yaitu air mineral. Sudah
selayaknya Aqua sebagai sebagai salah satu produk air mineral terkemuka di
Indonesia melakukan program CSR yang berhubungan dengan produk yang
diproduksinya, yaitu air. Mengingat air bersih merupakan salah satu komoditas
utama yang sangat penting bagi masyarakat luas.
Masih banyak daerah di Indonesia yang kesulitan
mendapat akses air bersih. Padahal, air bersih merupakan faktor penting untuk
mewujudkan hidup sehat. Di beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur masih
banyak warganya yang mengalami kelangkaan air bersih. Untuk mendapatkan air
bersih, tak jarang mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Alhasil,
banyak anak-anak yang kehilangan waktu bermain karena harus mengambil air.
Di salah satu desa di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, jarak
sumber air dengan rumah penduduk sangat jauh. “Dibutuhkan satu jam untuk pergi
pulang membawa air dalam jerigen tiap harinya,” ujar Sustainable Development
& CSR Aqua Danone Indonesia Binahidra Logiardi.
Implementasi program Satu Untuk Sepuluh di Nusa
Tenggara Timur dilaksanakan oleh AQUA yang bermitra dengan Lembaga Swadaya
Masyarakat Internasional, Action Contre la Faim (ACF). Selain itu, dalam rangka
kelanjutan pemberdayaan kapasitas masyarakat lokal, Aqua juga bekerja sama
dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Lokal, yaitu YASNA dan pemerintah daerah
Timor Tengah Selatan NTT.
- DANONE AQUA berhasil mendapatkan penghargaan dari
Metro TV dalam kategori pelestarian lingkungan (environmental sustainability)
atas program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” yang merupakan bagian dari
program WASH (water access, sanitation and hygiene)
Penghargaan-penghargaan tersebut jelas meningkatkan
citra Aqua sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat
sekitar.
Sementara dari segi financial, melalui
program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini dianggap berhasil mendongkrak
pendapatan bersih perusahaan sebesar 19,4% selang waktu dari tahun 2007 hingga
2008.
SUMBER
Komentar
Posting Komentar